HomeHomeDiscussionsDiscussionsForum Member JI...Forum Member JI...Pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan TinggiPembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi
Previous
 
Next
New Post
24/12/2013 1:03
 

Assalamu 'alaikum Wr. Wb. dan Salam Sejahtera untuk kawan-kawan arsiparis/pengelola arsip.

Dalam rangka melaksanakan Pasal 16 dan Pasal 27 UU 43 Tahun 2009 dan Pasal 7 PP 28 Tahun 2012, saya Sumarman, S.Ag NIP. 197012261998031006 selaku Kepala Subbagian Umum yang salah satu tugas dan fungsinya adalah mengelola tata usaha dan kearsipan pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak Kalimantan Barat, mengusulkan kepada pihak-pihak terkait, terutama ANRI untuk:

1. Melakukan akselerasi dalam pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi, dengan merubah pola dari REAKTIF menjadi PROAKTIF, sehubungan dengan jumlah perguruan tinggi (negeri atau swasta dan/atau umum atau agama) tidak sebanding dengan jumlah Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi  yang telah terbentuk. Adapun yang saya maksud dengan REAKTIF adalah ANRI baru melakukan pembinaan di bidang kearsipan setelah Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi diusulkan dan dibentuk oleh perguruan tinggi setelah mendapat persetujuan Menpan&RB dan ditetapkan oleh Mendikbud dan Menag. Sedangkan PROAKTIF adalah ANRI mengusulkan pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi kepada Menpan&RB melalui Mendikbud dan/atau Menag. Dengan adanya perubahan pola pengusulan dan pembentukan tersebut, diharapkan setiap pendirian dan/atau perubahan bentuk perguruan tinggi telah termasuk di dalam susunan organisasi dan tata kerjanya Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak harus melakukan pengusulan ulang terkait dengan perubahan susunan organisasi dan tata kerjanya.

2. merancang peraturan perundang-undangan yang bersifat teknis sebagai penjabaran dari UU 43 tahun 2009 dan PP 28 tahun 2012, yang menguraikan tentang pengelolaan arsip terhitung sejak penciptaan arsip, penatausahaan arsip, penyimpanan arsip, pemeliharaan arsip, penyelamatan arsip, penyusutan arsip, sampai penghapusan arsip.

3. bekerja sama dengan Mendikbud dan Menag dalam rangka sosialisasi implementasi regulasi kearsipan kepada para pengambil kebijakan di lingkungan perguruan tinggi (rektor/ketua/direktur) yang berasal dari pejabat fungsional dosen, dan tidak hanya sebatas menjadi salah satu materi dalam kurikulum diklatpim yang diperuntukkan bagi pejabat struktural. Atau jika memang dianggap perlu, dapat pula bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara.

4. membuat prototype bangunan gedung (BUKAN GUDANG) arsip yang ideal dan standarisasi peralatan dan sarana kearsipan, yang telah mengakomodir seluruh kegiatan layanan kearsipan beserta ruang geraknya, mengingat nilai vital yang dimiliki arsip.

5. menyusun Jadual Retensi Arsip yang baku yang diberlakukan di seluruh Lembaga Kearsipan, untuk menghindari varian masa penyimpanan arsip antar lembaga kearsipan yang diakibatkan oleh ketidaktahuan arsiparis/pengelola arsip tentang nilai vital yang dimiliki oleh setiap arsip yang dikelola.

Demikianlah usulan yang dapat saya sampaikan, dengan harapan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional dapat tetap eksis sepanjang masa.

Hormat saya,

Sumarman, S.Ag

 
New Post
02/06/2014 19:30
 
mohon maaf mau nanya. Jika kami mengalami kesulitan dalam rangka penggelolaan arsip. kami bisa minta bantuan kemana ya? kumpulan cara terbaru
 
New Post
17/09/2014 14:19
 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak Sumarman,

Terima kasih atas saran-saran yang begitu baik untuk kemajuan kita bersama, khususnya ANRI sebagai institusi pembina kearsipan nasional. Berapa hal yang dikemukakan telah dilaksanakan oleh ANRI, namun memang masih banyak PR yang ANRI harus kejar penyelesaiannya. Jangan segan untuk terus memberi saran, masukan, kritik membangun kepada ANRI dalam rangka mengingatkan kami akan tugas dan tanggung jawab yang besar yang harus dilaksanakan dengan baik.

Terkait dengan SIKN - JIKN, ANRI menunggu keikutsertaan dan keaktifan institusi Bapak, karena SIKN dan JIKN merupakan milik kita bersama.

Wassalam Wr. Wb.

Rustam - ANRI

 
New Post
17/09/2014 14:44
 

Ibu Aliyah,

Mohon maaf, ibu dari institusi mana? Jika ibu dari perguruan tinggi, ibu dapat berkonsultasi dengan Direktorat Kearsipan Pusat - Deputi Bidang Pembinaan Arsip - ANRI. Ibu dapat berkonsultasi kepada bagian tersebut.

Rustam - ANRI

 
New Post
31/12/2014 20:54
 
SUMARMAN wrote:

Assalamu 'alaikum Wr. Wb. dan Salam Sejahtera untuk kawan-kawan arsiparis/pengelola arsip.

Dalam rangka melaksanakan Pasal 16 dan Pasal 27 UU 43 Tahun 2009 dan Pasal 7 PP 28 Tahun 2012, saya Sumarman, S.Ag NIP. 197012261998031006 selaku Kepala Subbagian Umum yang salah cara memakai jilbab satu tugas dan fungsinya adalah mengelola tata usaha dan kearsipan pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak Kalimantan Barat, mengusulkan kepada pihak-pihak terkait, terutama ANRI untuk:

1. Melakukan akselerasi dalam pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi, dengan merubah pola dari REAKTIF menjadi PROAKTIF, sehubungan dengan jumlah perguruan tinggi (negeri atau swasta dan/atau umum atau agama) tidak sebanding dengan jumlah Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi  yang telah terbentuk. Adapun yang saya maksud dengan REAKTIF adalah ANRI baru nama bayi laki laki melakukan pembinaan di bidang kearsipan setelah Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi diusulkan dan dibentuk oleh perguruan tinggi setelah mendapat persetujuan Menpan&RB dan ditetapkan oleh Mendikbud dan Menag. Sedangkan PROAKTIF adalah ANRI mengusulkan pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi kepada Menpan&RB melalui Mendikbud dan/atau Menag. Dengan adanya perubahan pola pengusulan dan pembentukan tersebut, diharapkan setiap pendirian dan/atau perubahan bentuk perguruan tinggi telah termasuk di dalam susunan organisasi dan tata kerjanya Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak harus melakukan pengusulan ulang terkait dengan perubahan susunan organisasi dan tata kerjanya.

2. merancang peraturan perundang-undangan yang bersifat teknis sebagai penjabaran dari UU 43 tahun 2009 dan PP 28 tahun 2012, yang menguraikan tentang pengelolaan arsip terhitung sejak penciptaan arsip, penatausahaan arsip, penyimpanan arsip, pemeliharaan arsip, penyelamatan arsip, penyusutan arsip, sampai penghapusan arsip.

3. bekerja sama dengan Mendikbud dan Menag dalam rangka sosialisasi implementasi regulasi kearsipan kepada para pengambil kebijakan di lingkungan perguruan tinggi (rektor/ketua/direktur) yang berasal resep masakan indonesia dari pejabat fungsional dosen, dan tidak hanya sebatas menjadi salah satu materi dalam kurikulum diklatpim yang diperuntukkan bagi pejabat struktural. Atau jika memang dianggap perlu, dapat pula bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara.

4. membuat prototype bangunan gedung (BUKAN GUDANG) arsip yang ideal dan standarisasi peralatan dan sarana kearsipan, yang telah mengakomodir seluruh kegiatan layanan kearsipan beserta ruang geraknya, mengingat nilai vital yang dimiliki arsip.

5. menyusun Jadual Retensi Arsip yang baku yang diberlakukan di seluruh Lembaga Kearsipan, untuk menghindari varian masa penyimpanan arsip antar lembaga kearsipan yang diakibatkan oleh ketidaktahuan nama bayi perempuan arsiparis/pengelola arsip tentang nilai vital yang dimiliki oleh setiap arsip yang dikelola.

Demikianlah usulan yang dapat saya sampaikan, dengan harapan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional dapat tetap eksis sepanjang masa.

Hormat saya,

Sumarman, S.Ag

 

Terima kasih untuk informasinya
 
Previous
 
Next
HomeHomeDiscussionsDiscussionsForum Member JI...Forum Member JI...Pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan TinggiPembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi