Berita SIKN-JIKN

18

Digital Continuity and the Digital Economy” merupakan topik yang disampaikan oleh Kepala Arsip Nasional Australia (National Archives of Australia atau NAA), Mr David Fricker, pada hari Selasa, 17 Juni 2014. Ceramah tersebut merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian acara penandatanganan naskah kerja sama antara ANRI dan NAA di bidang kearsipan yang dilakukan pada hari yang sama, disaksikan oleh Duta Besar Australia, Mr Greg Moriarty. Salah satu area kerja sama yang akan dilaksanakan selama lima tahun mendatang adalah penggunaan teknologi online, khususnya yang terkait dengan penyelenggaraan SIKN dan JIKN.

Dalam ceramahnya, Mr Fricker menyampaikan fokus strategi yang dicanangkan beliau sejak menduduki jabatan sebagai Kepala NAA pada tanggal 1 Januari 2012. Kebijakan Transisi Digital yang diterapkan pada tahun 2012 terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan tuntutan masyarakat Australia untuk dapat mengakses arsip secara digital. Tujuan utamanya adalah menggerakkan instansi Pemerintah Australia untuk mengelola arsip digital dalam rangka efisiensi. Pengelolaan arsip digital berarti bahwa sebagian besar arsip diciptakan, disimpan, dan dikelola secara digital. Surat masuk dalam format kertas akan dipindai sehingga berkas kertas tidak lagi tercipta. Untuk kebanyakan instansi, kebijakan ini berarti transisi digital atau perpindahan dari pengelolaan arsip berbasis kertas menuju pengelolaan arsip dan informasi digital.

Informasi adalah aset yang sama pentingnya dengan uang tunai, properti, dan mesin. Menurut Mr Fricker nilai informasi dan kebutuhan konten digital harus dapat dideskripsikan, dibagi, dan digunakan kembali. Hasil yang baik, pada perusahaan swasta atau pengembangan dan implementasi kebijakan tata laksana pemerintahan yang baik, semua kembali kepada ketersediaan dan kualitas informasi seperti alasan dibalik Kebijakan Transisi Digital ini dibuat.

Sektor korporasi cenderung lebih memahami nilai informasi. Organisasi-organisasi yang sukses menghabiskan miliaran dolar ke dalam pengelolaan aset informasi mereka, melindungi kekayaan intelektual mereka, dan menggunakan data mereka untuk memperkirakan permintaan di masa mendatang. Sama seperti aset lainnya, informasi dapat digunakan, dan digunakan kembali, untuk menghasilkan nilai guna, kekayaan, dan kemakmuran.

NAA memimpin Kebijakan Transisi Digital Pemerintah Australia yang bertujuan untuk mengurangi stok arsip kertas, biaya penyimpanan, dan mempercepat serta lebih efisiensi dalam temu-balik. NAA tidak akan lagi menerima versi arsip kertas dari arsip digital yang diciptakan setelah tahun 2015. “Namun, nilai intrinsik yang benar-benar ada akan dihormati,” lanjut Mr Fricker. Catatan tulisan tangan dari presiden, misalnya, akan dipertahankan seperti aslinya dalam format kertas, tetapi semua email staf yang dicetak pada kertas tidak memiliki nilai intrinsik, “sehingga kami meneruskan versi digitalnya.”

“Bahkan proses hukum melampaui banyak badan publik dalam merangkul kebutuhan untuk mengelola arsip digital,“ kata Mr Fricker. Undang-Undang Kebuktian Persemakmuran (Commonwealth), sebagai contoh, menyediakan dokumen diciptakan, dipelihara dalam format elektronik untuk diterima sebagai bukti di pengadilan federal. Arsip digital lebih diminati karena identifikasi, pencarian, dan analisis arsip digital lebih efektif dan efisien.

Berkas Terkait

Komentar

Dade Setiawan
# Dade Setiawan
18 Agustus 2014 20:17
Cukup lumayan,namun adakalanya tulisan dalam kertas itu sangat penting ketika listrik padam,jadi jangan di buang begitu saja dan boleh disimpan dengan aman,terimakasih informasinya, salam
Newbie Permanen
# Newbie Permanen
24 Agustus 2016 9:40
Makasih infonya, thx udah share tv online indonesia tv streaming online nonton tv online

Berikan Komentar

Hanya pengguna terdaftar yang bisa mengirim komentar